Kegiatan diawali dengan penampilan grup seni hadroh pimpinan Drs. Jajat Dinata dari Dusun Pinangrubak yang menampilkan lantunan sholawat dan lagu-lagu religi untuk menghangatkan suasana sebelum tausiyah dimulai.
“Alhamdulillah, saya bangga dan gembira sekali. Di tengah kesibukan warga Dusun Pinangrubak dalam bertani dan berternak, mereka tetap hadir dan berpartisipasi. Terlebih, grup hadroh yang baru berdiri ini tampil begitu kompak dan memukau,” ujar Amin Suryana, Kepala Dusun Pinangrubak.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BKMM Desa Golat, Ny. Imas Damayanti, serta pemerintah desa, sebelum memasuki acara inti yaitu tausiyah yang disampaikan oleh KH. Drs. H. Lili.
Dalam ceramahnya, KH. Lili menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kepemimpinan dan pembangunan yang seimbang antara jasmani dan rohani.
“Ada dua kewajiban utama bagi pemimpin, termasuk kepala desa — mensejahterakan masyarakat dan memberikan rasa aman. Pembangunan bukan hanya fisik, tapi juga pembangunan jiwa, seperti yang tercermin dalam syair Indonesia Raya: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, untuk Indonesia Raya,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Golat, Eman Sutarman, menjelaskan bahwa pengajian bulanan ini tidak hanya bertujuan untuk pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pengajian rutin bulanan ini adalah program bersama antara Pemdes, BKMM, dan MUI dalam membina kehidupan beragama, melestarikan seni budaya, mempromosikan produk UMKM lokal, serta menyampaikan informasi program pembangunan desa,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Melalui acara ini, diharapkan hubungan antara pemerintah desa, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat semakin harmonis. Selain itu, pengajian juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan berbagai program pemerintah serta mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kemandirian desa.
✍️ Laporan: NaS_Urang Golat

0 Komentar