Pelatihan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya pelaku UKM, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), tokoh pemuda, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan Pendamping Desa Kecamatan Sindangkasih.
Kepala Desa Wanasigra dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap kegiatan usaha masyarakat agar tetap produktif tanpa mencemari alam.
“Kegiatan usaha warga harus terus berjalan dan berkembang, namun tetap memperhatikan kelestarian dan kesehatan lingkungan. Jadikan pelatihan ini sebagai solusi dalam penanganan limbah di lingkungan kita,” ujar Camat Sindangkasih saat memberikan sambutan.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Ketua BPD Desa Wanasigra yang menegaskan akan menindaklanjuti hasil pelatihan menjadi program nyata di lapangan. Pemerintah desa berkomitmen untuk menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan limbah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Udin Nasrudin, selaku Pendamping Desa Kecamatan Sindangkasih, menambahkan bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan limbah di tingkat desa, sesuai dengan prioritas penggunaan dana desa tahun 2025.
“Dana Desa bisa dianggarkan untuk tindak lanjut kegiatan penanganan limbah, agar pelatihan ini tidak hanya berhenti di teori, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga limbah yang sebelumnya dianggap sampah bisa diolah menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk organik, kerajinan tangan, atau bahan daur ulang yang memiliki nilai jual.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Wanasigra semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melihat potensi ekonomi dari pengelolaan limbah. Pemerintah Desa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar Desa Wanasigra menjadi desa yang bersih, sehat, dan produktif.

.jpg)
0 Komentar